BUANGLAH KAMI RAKYAT
Buanglah kami rakyat
Lempar tubuh renta ini ke ujung dunia
Hingga peta tak lagi kenal nama Kami rakyat
Kami tak minta surga.
Kami tak minta istana.
Bahkan jika harus tinggal
Dekat dengan neraka yang baranya menjilat langit
Kami mau.
Kami rela.
Karena neraka masih punya jeda
Masih ada hening di antara kobar apinya
Tapi di sini, di tanah kami sendiri
Hening pun ditembak mati
Tanpa suara & Nama Kami Rakyat
Lihat karton tua di tangan bapak ini
Tulisannya bergetar, bukan karena angin
Tapi karena takut yang sudah jadi napas
Takut yang diajarkan setiap malam
Saat lampu padam bukan karena mati listrik
Tapi karena harus sembunyi dari bayangan seragam
Kecewa...
Kecewa yang tak berani dilantang
Hanya jadi garis kerut di dahi
Jadi air mata yang ditahan sebelum jatuh ke tanah
Karena tanah ini sudah terlalu kenyang menelan darah
Tanah ini sudah lelah jadi saksi
Mereka bilang ini demi keamanan
Tapi anak-anak kami lupa cara tertawa nyaring
Mereka bilang ini demi kedamaian
Tapi ibu-ibu kami lupa cara tidur tanpa dekap
Mereka bilang ini demi NKRI
Tapi kami,Lupa cara merasa aman di rumah sendiri
Jadi buanglah kami Rakyat
Ke ujung dunia, ke pulau yang tak ada di peta
Ke lembah yang tak ada sinyal, tak ada berita
Ke tempat di mana suara tembakan
Kalah keras dengan suara jangkrik malam
Asalkan tidak ada TNI Polri di sana...
Asalkan cucu kami boleh berlari tanpa menghitung detik
Asalkan ladang boleh digarap tanpa takut jadi medan
Asalkan Berkebun Bisa Bebas
Asalkan kematian datang karena usia, bukan karena salah alamat peluru
Kami bukan pemberontak
Kami hanya petani, penenun, penjaga hutan
Kami hanya ingin pagi yang tak dimulai dengan lari
Malam yang tak diakhiri dengan doa terakhir
Jika dunia tuli, biarlah kami dibuang
Jika keadilan jauh, biarlah kami ke neraka
Asal neraka itu tak berseragam
Asal neraka itu tak membawa senjata
Asal di sana kami boleh mati
Sebagai manusia, bukan sebagai "kollateral damage"
#SaveIntanJaya
#IntanJayaDaruratMiliter
#PapuaBerdarah