Film Pesta Babi dan Buku Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua adalah KEMBAR yang sangat SEMPURNA -->

Film Pesta Babi dan Buku Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua adalah KEMBAR yang sangat SEMPURNA

Selasa, 12 Mei 2026, Mei 12, 2026
Film Pesta Babi dan Buku Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua adalah KEMBAR yang sangat SEMPURNA

SEMAKIN DIBABAT SEMAKIN MERAMBAT: TNI SUDAH PROMOSI FILM PESTA BABI DENGAN SUKARELA

"Gua ngira TNI pahlawan di Papua ternyata filem Pesta Babi dan tulisan pak Yoman, membongkar habis-habisan aib mereka di Papua".

Oleh Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman

Saya sejajarkan Film Pesta Babi dengan buku Semakin Dibabat Semakin Merambat, walaupun dalam konteks yang berbeda. Tapi, rohnya 100% sama.

Buku "Semakin Dibabat Semakin Merambat" karya Ira C. (Ph.D.) merupakan catatan sejarah mengenai penganiayaan yang dialami umat Kristen sepanjang abad. Istilah ini menggambarkan pertumbuhan iman yang justru semakin meningkat dan meluas di tengah tekanan, ancaman, serta penganiayaan yang berat. 

Judul buku ini, saya sejajarkan dengan FILM PESTA BABI karya Dandhy Dwi Laksono yang membuat dua bentuk respon, yaitu (1) rakyat yang mendukung yang mendapat informasi yang jujur dan benar dari lapangan dan (2) institusi yang panik, terganggu dan gelisah yang sedang promosikan Film Pesta Babi dengan sukarela.

Saya juga sejajarkan buku saya Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua dengan Film Pesta Babi karena buku saya menyoroti sejarah kejahatan, kekejaman, kebiadaban dan kebrutalan militer dalam Pepera 14 Juli -2 Agustus 1969 dan Film Pesta Babi menyoroti kejahatan, kekejaman, kebiadaban dan kebrutalan militer sesudah Pepera 14 Juli -2 Agustus 1969, atau realitas selama 60 tahun lebih sampai sekarang. Film Pesta Babi dan Buku Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua adalah KEMBAR yang sangat SEMPURNA. Film Pesta Babi dan Buku Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua saling memperkuat dan saling membenarkan kekejaman bangsa kolonial Indonesia atas bangsa Papua Barat.

Saya mau membagikan pengalaman saya. Waktu saya menulis buku Pemusnahan Etnis Melanesia: Memecah Kebisuan Sejarah Kekerasan di Papua Barat (2007) dilarang pemerintah dan buku ini ditarik dari peredaran.  

Pelarangan itu terjadi tiga hal positif:

Pertama, pemerintah promosi buku saya dengan sukarela atau gratis tanpa saya bayar biaya promosi.

Kedua, orang banyak yang mencari buku itu dan saya cetak 9.000 exampler dan saya bagi gratis.

Ketiga, saya bertanya dalam diri saya sendiri, mengapa buku ini dilarang? Apakah ada yang tidak beres dalam tubuh bangsa Indonesia tentang Papua Barat? Apa yang disembunyikan oleh penguasa kolonial Indonesia di Papua Barat? 

Akhirnya, saya membuat komitmen, fokus, konsisten, dan terus-menerus mencari informasi, riset, penelitian tentang apa yang disembunyikan penguasa kolonial Indonesia di Papua Barat. 

Finally/eventually, saya menulis beberapa buku dalam pembelaan dan perlindungan rakyat dan bangsa saya Papua Barat. Buku yang tulis supaya sejarah bangsa Papua Barat tidak dihilangkan atau dihapuskan oleh bangsa kolonial Indonesia. Saya membangun kesadaran publik tentang sejarah bangsa Papua Barat yang benar. 

***
Kembali pada FILM PESTA BABI adalah fakta dan realitas di lapangan yang dialami rakyat dan bangsa Papua Barat sejak 19 Desember 1961 sampai sekarang. Film Pesta Babi semakin dibabat atau dilarang semakin merambat dan meluas, hasilnya semua orang tahu kebiadaban pemerintah dan militer terhadap rakyat dan bangsa Papua di Papua Barat dari Sorong-Merauke.

Dandhy Dwi Laksono dengan gemilang berhasil potret kejahatan negara melalui tangan militer dengan buat dokumen Film Pesta Babi yang memperkuat buku saya Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua dalam perspektif sejarah. Artinya, Film Pesta Babi dan Buku Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua saling mendukung dan mengaminkan bahwa Indonesia bangsa kolonial yang paling jahat, kejam, brutal dan tidak mengenal kemanusiaan.

Banyak respon dan komentar positif mendukung Film Pesta Babi, saya catat hanya beberapa saja:

"Represi itu sendiri adalah pengakuan bahwa mereka bersalah.Judul Pesta Babi itu adalah tamparan satire paling mematikan. Mereka marah karena kebusukan mereka sekarang terekam permanen, nggak bisa dihapus lagi pakai siaran pers atau pidato kenegaraan". 

"Gua ngira TNI pahlawan di Papua ternyata filem Pesta Babi dan tulisan pak Yoman, membongkar habis-habisan aib mereka di Papua".

"Gue juga sempet ngira mereka (TNI) pahlawan di Papua sampai satu persatu fakta ini jebol sendirinya".

****

Respon para pembaca buku Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua.

***
---buku ini kalau dibaca semua orang maka secara otomatis gugur semua apa yang kita terima sejak kecil tentang Papua.....".----Maldova Ikhsan Abdulah.----

***
....Buku ini menampar wajah kita semua orang Indomesia......,". -----Arifin Mahendra----

***
Akal sehat kita mengatakan apa yang beliau tulis ini benar. ....satu jalan adalah biarkan mereka lepas".---Natsir Ruslani---

***
"Sesungguhnya siapapun yang punya nurani membaca buku ini akan merasa malu dan terpukul. Solusi terbaik adalah Rekonsikiasi dan kembalikan kedaulatan Papua seperti 1 Des 1961". ------Faiz Abdala-----

***
"Saya beruntung bisa mendapat buku ini. Wawasan saya terbuka dan seluruh kerangka pikir saya runtuh seketika. Selama ini otak menerima asupan racun yang saya pikir madu. Setelah membaca buku ini saya keluarkan racun dalam otak saya. ---Akbar M.---

***....buku ini membuka borok negara. ...kita sebagai warga negara Indonesia non Papua menjadi malu.... --Dharma Kusmaji---

***
....saya sarankan saja kalau ada stok. Buku ini dibagi luas untuk kita orang Indonesia agar tahu soal Papua sebenarnya dan terlebih kepada kaum muda yang bebas. ---Nurdin Adullah---

***
... kita akan berdiri dari sisi kemanusiaan. Untuk apa kita bersama satu bangsa tetapi mereka tidak diperhitungkan? Yang diperhitungkan hanya kekayaan dan SDA mereka".
 ----Cahyanti Kusumawati---

"Buku ini fakta kekerasan militer dan pejabat sipil terhadap rakyat asli Papua. ....kerakusan terhadap sumber daya alam. ... buku ini membuka borok negara. ...kita sebagai warga negara Indonesia non Papua menjadi malu. Kalau seperti ini dan daripada mereka punah lebih baik kembalikan kemerdekaan mereka 1 Desember 1961. Saya bersyukur karena bersama teman-teman mendapat buku gratis. Metode membagi buku ini efektif dan hal paling utama adalah kita bisa tahu hal yang sebenarnya tentang Papua.
---Dharma Kusmaji---

***
 "Membaca buku ini sambil meneropong tindakan kombatan Papua Merdeka adalah sebuah fakta bahwa mereka berjuang untuk bangsanya. Tulisan ini adalah lembaran darah dan air mata orang Papua menjadi sebuah daya yang mendorong kita untuk berdiri bersama orang Papua". ----Yanto Sadiq Koswara---

***
"Sungguh mengerikan dan mencengangkan kita atas berbagai hal yang terjadi di Papua selama ini. ... buku yang memaparkan prilaku aparat kita yang bertindak sewenang terhadap orang Papua. Siapa saja yang membaca buku ini pasti tercerahkan".
 ---Zadrak Matheus---

 ***
"Sebuah rekam jejak yang merekam peristiwa yang tidak manusiawi yang diperlihahtkan dalam buku ini. Kita meneropong kembali lorong waktu lalu, dan realita masa kini ternyata perlakuan terhadap manusia Papua itu adalah hal yang menyayat hati. Penulis buku ini menguggah hati dan pikiran kita sebagai bangsa untuk mengetahui hal yang sebenarnya terjadi di Papua".
--- Mariana Koeswardhani---

***
"...Kita mempertahankan kecintaan untuk Negara, tetapi waktu yg sama kita korbankan nyawa sebagian anak bangsa di Papua. Pertanyaannya adalah kita pertahankan Papua itu demi bangsa Indonesia atau demi nafsu liar para petinggi negara dengan kaum oligarki mereka. Rasanya banyak nyawa orang Papua melayang sia-sia oleh karena kerakusan oknum Militer maupun pejabat sipil aparatur negara. Hak-hak orang Papua juga diabaikan. Maka buku ini adalah " jembatan" informasi yang berimbang dan aktual serta faktual yang perlu kita ketahui".---Basri La Ode---

****
Buku karya penting yang menjelaskan akar persoalan Papua secara jernih, lugas, dan berbasis pengalaman panjang seorang gembala yang selama puluhan tahun menyaksikan langsung luka sosial, kekerasan, dan dinamika politik di Tanah Papua. Buku ini sangat membantu karena mampu mengurai persoalan dalam bahasa yang dapat dipahami pembaca umum, namun tetap tajam dan penuh data pengalaman. 
....bahwa Papua bukan sekadar “wilayah” tetapi rumah bagi manusia yang memiliki hak hidup, hak menentukan masa depan, dan hak menikmati pembangunan yang adil."
 ----Mas Rudi-----

***
Kita telah banyak diracuni oleh berbagai informasi yang menyesatkan soal Papua. ...kita baca dan lihat kekerasan di Papua di balut dengan isu kepentingan negara. Buku ini membuka banyak tabir yang tidak kita ketahui. 
---Rahman Subair---

***
"Seperti pisau bedah ditangan dokter, membedah pasien, terasa sakit tetapi itu membawa kesembuhan. Demikian buku ini, seluruh untaian kata dan kalimat menyakitkan sebab menyajikan berbagai peristiwa yang menyakitkan tetapi itu demi kesembuhan Papua dan Indonesia". --- Agus Firmansyah ----

***
"Buku ini tidak enak di nikmati sebab rasanya seperti duri dalam tubuh. Duri yang Negara ini ciptakan sendiri. Sebab itu ibarat obat yang pahit tetapi membawa kesembuhan. Kita membaca buku ini sebagai orang Indonesia serasa kita memikul beban yang sebaian besar rakyat Indonesia tidak tahu tetapi dipaksa utk memikulnya."---Nelson Sambuaga---

***
'Ini buku adalah semacam CCTV yang mendokumentasikan semua peristiwa masa lampu. Negara tidak bisa berkilah dan cuci tangan sebab ketika membaca buku ini maka seperti kita meminta CCTV dibuka untuk menguji kebenaran siapa pelakunya dan apakah peristiwa itu benar? ...Saudara-saudaraku kalian berhak untuk berdiri dan berdaulat sebagai bangsa".--Priskila Permatashari--

***
"Buku yang bernilai melebih emas dan juga jembatan emas menyelesaikan masalah Papua".---Kostantinus Pandawa---

***
"Orang Papua tidak harus berjuang dengan senjata dan demonstran,... Tulisan adalah senjata yang sangat mematikan tanpa menghilangkan nyawa manusia. Buku ini adalah senjata yang melawan dengan penuh martabat dan kasih".---Basri Luhulima---

***
Buku yang tajam serta kritis terhadap masalah Papua. Buku ini akan semakin menarik kalau terus menerus dibagi kepada semua orang." ---Fathur Al Muthalib---

****
 "Buku seperti ini perlu disebarluaskan diantara orang-orang Papua terlebih generasi muda yang iwari..biar mereka paham sejarah Papua".---Pniel Yaman---

***
Kita orang Papua punya luka ini sudah terlalu dalam dan sakit sebab itu, buku ini kalau bisa bagi-bagi biar semua baca. Kita punya anak-anak usia sekolah ini otak sudah lama di cuci dengan sejarah palsu".---Selvina Ambuni---

***
"Buku Prabowo dan Tantangan Penyelesain Konflik Papua selesai saya baca. Bahkan baca berulang-ulang. Isi buku ini mempermalukan kita sebagai orang Indonesia..." ---Yahya Muslimin---

***
Siapa yang ingin tahu fakta Papua, maka silakan membaca buku ini. Isi buku ini jujur fakta yang terjadi di Papua. 
Isi buku hal-hal aktual Papua yang didalamnya tindakan yang dilakukan oknum aparat sipil maupun militer terhadap orang Papua dan SDAnya.
Penulis sebagai dokter yang mendiagnosa penyakit, bukan hanya mengobati tetapi mencari sumber penyakitnya, setelah itu melakukan langkah-langkah agar luka itu mati. Seperti itulah buku ini ini dibaca... Saya mendukung langkah dan perjuangan ini. 
---Sumanto al Bengawan----

***
'Kandungan dalam buku ini berisi fakta dan kebenaran yang tidak dibantahkan. Penulis telah menguraikan buku ini dengan jelas. Yang bisa memutarbalikan kebenaran adalah iblis tetapi akhirnya kebenaran itu menang".---Rahmat Simbolon---

***
Kebenaran tetap kebenaran. Penulis menggali dan membangkitkan kebenaran yang sengaja di kuburkan itu.
Kebenaran ini menyakitkan bagi mereka yang terbiasa menyembunyikan fakta dan perbuatan, tetapi menimbulkan sukacita dan kebahagian bagi mereka yang membenci ketidakbenaran. 
     ------ I made Karya----

***
"Bila diberi pilihan, percayakah buku yang ditulis oleh Pemerintah kita soal Papua yang selama ini diajarkan bila di bandingkan dengan tulisan Dr Socratez Yoman? Saya lebih memilih percaya buku yang Yoman tulis. Sebab yang di tulis oleh penguasa adalah menutup boroknya, sedangkan yang ditulis oleh Yoman adalah membuka borok untuk memperbaiki kondisi yang ditutup tersebut. Jadi, buku ini kalau dibaca semua orang maka secara otomatis gugur semua apa yg kita terima sejak kecil. Sekaligus memperlihatkan wajah monster oknum Pejabat Sipil dan Militer di Papua. 
----Maldova Ikhsan Abdulah.----

***
....saya membaca arah tulisan ini dengan memulai bab 1, 2 dan 3 awal untuk Prabowo tetapi selanjutnya adalah buku ini diperlihatkan semua kejahatan negara di Papua yang hadir lewat kaki tangannya baik Pejabat Sipil dan MIliter. ...kekayaan alam membuat para kaum Oligarki tidak melihat manusianya tetapi SDAnya". 
        ---Lius Sparta---

***
Sejarah bangsa Papua terkikis habis dan diganti oleh sejarah palsu dari Indonesia. Buku ini kami kasih anak- anak kami baca karena kami tahu di sekolah tidak belajar sejarah ini. Saya rindu buku ini ada lagi supaya saya bantu bagi supaya anak-anak kita lagi baca dan belajar sejarah yang benar". ---Brendy Weyai---

***
"... tindakan barbar diperlihatkan dalam buku ini. Insya allah, masanya akan tiba dan Papua berpisah". Walahualam.
---Kidier Malata----

***
"Guru yang merasakan sakitnya menjadi anak bangsa ini yang melahirkan dendam dan benci kepada Indonesia, sekalipun Papua juga memberi makan negara ini. Melalui buku ini penulis mengajar kita untuk menghasihi bangsa ini dan percaya bahwa ada jalan untuk kami merdeka. ---Mia Insyur---

***
Bapak Gembala membuktikan kepada kita bahwa Omong-omong Prabowo saat kampanye itu adalah gula-gula yang mengandung racun. Prabowo kalau baca buku ini dia akan malu, sebab Gembala begitu memghargai dia dan mencatat baik isi kampanyenya. 
---Petrus Konjol---

***
Buku yang apik dan berkarakter berjudul Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua seperti bom atom yang hancurkan Hirozima dan Nagazaki. Buku ini memiliki kekuatan data dan fakta yang tak terbantahkan. Ditulis oleh Gembala Sokrates Yoman seorang rohaniawan, bukan tokoh bermuka dua...bukan penjilat dan juga beliau pendukung Prabowo. Buku berbobot dan buat kita pusing keliling, putar balik sejarah palsu selama ini kita ikuti. Buku habis gelap terbit terang bagi orang Papua. Saya sangat rekomendasikan semua orang baca buku ini. 
    ----Amelia Nur Suryani----

***
"Cukup terkejut juga membaca buku Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua. Terkejut bukan sama sekali tidak tahu soal Papua tetapi informasi yang didapat dan hasil bacaan buku ini beda. Saya mulai berpikir benar ya apa yang di tulis atas dua hal.
(1) Proses bergabung pasti cacat. Karena cacat makanya orang Papua terus bersuara. (2) Bahwa karena pemerintah menekan sehingga perlawanan itu menimbulkan korban jiwa. Sebab itu menurut sy buku ini sangat bagus".
     ----'Abdulgani---

***
"Menggugah Hati, membaharui pikiran kita, bahwa masalah Papua tidak seindah dan semuda slogan pembangunan dan gaya hilir mudik presiden ke Papua. ...Buku ini adalah sedikit dari seuntai harapan kebebasan yang abadi...Buku ini menjadi pengapus yang menghapus ingatan kita akan sejarah Papua yang tidak benar". 
     ----Syahadu La Ode---

***
Satu hal yang pasti dari buku ini adalah Penulis memaparkan situasi dan kondisi yang terjadi selama Papua bergabung Indonesia. Miris sekali membaca data ini, manusia Papua seakan tidak bernilai. Yang bernilai itu SDAnya. Yang lebih lagi adalah oknum-oknum kelompok Oligarki bertindak atas nama negara,....Saya berharap buku ini terus di sebarkan...". ---Adult Damanik---

***
Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua...Ini harapan yang mengandung Paradoks. Sebab mana bisa seorang yang dulu tangannya berdarah dapat menyelesaikan masalah Papua? .... Saya salut adalah pak Yoman tidak melempar masalah Papua pada lingkup area Agama. Perjuangan ini adalah perjuangan semua manusia. 
--- Ruslan---

***
Buku Prabowo Dan Tantangan Penyelesaian Akar Konflik Papua adalah menarik dan membuka pikiran kita mengenai kondisi rill Papua. Ternyata, apa yg didengungkan oleh pemerintah membangun Papua dengan hati ternyata slogan kosong. Di publik membangun dengan hati tapi di lapangan membantai tanpa hati. Kita terjemurus dalam propoganda kosong yang manis tetapi orang Papua merana dalam darah dan air mata.---- Sadam---

***
Pada akhirnya semua akan tercerahkan dan mengerti apa yang terjadi sesungguhnya di Papua tanpa ada yang ditutupi dengan membaca buku Prabowo Dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua karya Gembala Yoman.
🙏🙏🙏---Slamet Nugroho---

***
Kita terlalu terpengaruh dengan bacaan dan narasi publik dari pihak Penguasa yang mewakili Rakyat. Akal sehat kita mengatakan apa yang beliau tulis ini benar. (1) Sejarah yang tidak benar tentang Papua; (2) Tindakan regresif dari Pejabat Sipil dan Militer; dan (3) Hak masyarakat asli Papua di abaikan.
..satu jalan adalah biarkan mereka lepas".---Natsir Ruslani---

****
Sejak kecil kita sudah diajar bahwa Papua itu adalah Negara Boneka buatan Belanda. Papua itu adalah Indonesia, tetapi buku ini membuat apa yang pernah diajar itu dipertanyakan ulang. 
Sering saya berpikir apa yang salah kok perhatian pemerintah untuk Papua luar biasa. Ternyata yang kita pikirkan itu tidak sebanding dengan luar biasanya penderritaan mereka. Saya sangat tergugah dengan buku ini, dan saya kembali kepada titik nol. ----Sukri S---

***
Dengan membaca buku ini pemahaman kita mengenai Papua semakin jelas dan berimbang, sehingga kita tidak mentah-mentah disuapi oleh informasi yang menyesatkan. Rupanya banyak orang Papua yang nyawa hilang karena mempertahankan milik mereka diberi label separatis sehingga atas nama separatis mereka diperlakukan dengan sadis melampaui batas kemanusiaan". 
----Mukhlis Suwono---

***
"Luar biasa buku ini. Sebuah buku yang memperlihatkan " kejahatan" negara lewat kaki tangannya. Entah Negara yang rancang atau mereka yang dilapangan yang rancang dan eksekusi. Tetapi yang pasti keterlibatan negara sangat nyata. Benar adalah melindungi kepentingan oligarki Jakarta. Kepentingan SDA di lindungi dan manusia jadi korban. Buku Prabowo Dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua ini sangat di rekomendasikan untuk semua orang tanpa kecuali". 
----Hasan Suparno----

***
 Perjuangan untuk sebuah kemerdekaan bukan saja dengan cara demonstran, angkat senjata. Tetapi perjuangan yang diam dan berdampak besar adalah menulis. Sebab dengan menulis orang akan paham mengapa sekelompok atau satu daerah atau satu bangsa mau merdeka. Senjata yang mematikan dari buku adalah dokumentasi fakta peristiwa yang dialami. Buku ini dibagi gratis dan merupakan jejaring perjuangan yang membuka pikiran dan hati kami. Bahwa dengan jujur kami mengaku selama ini kami menerima informasi yang keliru. Dengan membaca buku ini kami mendapat info yang benar terbawa dari semacam rasa luapan emosi hati dan pikiran yang tertuang. Orang Papua diperlakukan dengan tidak adil ditanah mereka sendiri". 
----Siti Jayanti---

****
Ketika masalah Papua muncul, publik di luar Papua selalu dicecoki dengan informasi sepihak dari penguasa dan kaum opurtinis, sehingga mereka merespon aspirasi mahasiswa Papua di luar Papua dengan cara yang salah. Aparat menjaga diri mereka agar tidak dituduh melanggar HAM maka mereka merekrut anak muda dan kelompok preman untuk melawan dan bertindak anarkis sehingga mahasiwa Papua kadang direndahkan. Buku ini, Prabowo dan Tantangan penyelesaian Konflik Papua semakin memperjelas bahwa apa yang dulu yakni kekerasan itu masih ada dan hanya dengan casing model baru. Oleh sebab itu perlawanan yang susah dibendung adalah membagi buku ini sebagai bagian dari Solidaritas Perjuangan Papua."
----Saleh Adullah..Makasar---

***
"Buku "Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua" menjadi pelita yang menyinari kegelapan yang selama ini ditutupi oleh penguasa".
---Henrykus Sihaloho---

***
Buku ini saya terima dan baca dan isinya semua penderitaan, air mata kita diramu dalamnya. Luar biasa. Salut. Suara emas, otak cerdas yang memikirkan nasib bangsanya".
---Jendi Smas---

***
"Buku ini membantu kami memahani konflik Papua yang sebenarnya selama ini. Kita selalu racuni informasi bahwa pihak asing yang bermain, masyarakat tidak puas. Ternyata terbalik, bahwa sejarah yang tidak benar dan perlakuan negara dalam hal ini Aparat TNI dan POLRI serta Pejabat daerah yang arogan dalam tindakan mereka. Kerasukan pejabat negara membuat nyawa orang Papua melayang, SDA membuat pejabat mata gelap dan terjadi konspirasi gelap untuk aparat keamanan menjaga segala proyek entah tambang atau izin hutan dengan dalil menjaga kedaulatan negara". ---Dahlan Sunaryo----

***
"Buku ini menampar wajah kita semua orang Indomesia, mengetuk hati kita apakah kita biarkan manusia Papua dibantai seakan tidak punya harga diri?
..jangan kita mencoba untuk mencari teori pembenaran yang tidak berdasar. Rasanya kalau Lepaskan Papua itu tidak masalah sebab kita masih bertetangga dan biarlah mereka menikmati apa yang pernah orang tua mereka nikmati. 
---Arifin Mahendra---

***
"....buku inilah yang mempengaruhi pikiran kita tentang masalah Papua....
---Yahya Latief...Jakarta----

***
....buku ini membawa kita menyelami lebih dalam hal yang hakiki soal Papua". 
    ------Mikzan Sulfikri----

***
....pilihan terbaik dan bermartabat adalah kembalikan kedaulatan Papua yang pernah ada kepada mereka supaya mereka mengatur hidup mereka sendiri". 
 ----Suwito---

****
....membaca buku ini kita memiliki pemahaman yang utuh soal Papua, kita digiring kepada pengetahuan yang falid dan benar soal Papua....---Pratiwi Nusantiani--

***
"Buku yang tidak boleh disia-siakan adalah buku ini. Buku ini harus dibaca oleh Menteri HAM dan Menteri Dalam Negeri terutama Presiden....
  ---Yuyuk Nugraha---

***
"Buku ini bukan tentang Prabowo, tetapi tentang Papua. Apa itu? (1) Sejarah Integrasi yang cacat, rusak dan dipaksakan. (2) Pengalaman hidup orang Papua sejak Integrasi sampai saat ini adalah kehidupan yang jauh dari kata ideal. Perlakuan masyarakat Indonesia yang Rasis dan Perlakuan aparat keamanan yang jahat. 
-----By Adul Karim----'

***
"Buku berjudul "Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua" tentang konflik Papua yang tidak hanya dipahami sebagai persoalan keamanan, tetapi juga sebagai krisis keadilan, kemanusiaan, dan dialog politik yang belum tuntas".------Taufik-----

****
....buku ini menikam semakin dalam dan tajam. Buktinya banyak orang lintas suku dan agama berdiri. Kami akan tetap solider tanpa suara dan tidak kelihatan untuk Papua".
----Ahmad Tabroni----

***
“ ....buku ada analisisnya sangat tajam mengenai aspek politik keamanan dan ekonomi. Buku ini sangat layak dibaca oleh siapapun yang ingin memahami dinamika Papua....".-----Allan----

***
“Buku ini membuka banyak sudut pandang yang selama ini jarang dibahas secara mendalam soal realitas sosial-budaya, ekonomi dan politik yang berkelindan dengan pendekatan militer di tanah Papua...."-----Agus-----

***
"Buku yang ditulis Bapak Socratez Yoman ini memberikan ruang bagi pembaca di luar Papua untuk melihat gambaran besar persoalan yang sering disederhanakan media arus utama...."
 -----Dedi----
***
....buku ini benar-benar lengkap dengan dokumen dan fakta sejarah. Buku Edisi Revisi kali ini, lebih mematikan. Luar biasa". --Yance Luther Rawar---

***
"Secara keseluruhan, buku ini penting untuk menempatkan konflik Papua dalam perspektif kemanusiaan, keadilan, dan tanggung jawab negara. ... masa depan Papua tidak dapat dibangun dengan senjata dan stigma, melainkan dengan keberanian moral, dialog, dan penghormatan terhadap martabat manusia". ----Ananda----

***
"Prabowo dihadapkan pada pilihan: melanjutkan paradigma lama yang menekankan pendekatan keamanan, atau melakukan terobosan dengan mengedepankan dialog, rekonsiliasi, dan keadilan substantif bagi orang asli Papua". ----Damar----

***
Buku ini refleksi kritis atas persoalan Papua yang selama ini dipersempit sekedar konteks keamanan. ... konflik Papua bukan persoalan separatisme semata, melainkan konflik struktural yang berakar pada sejarah integrasi, ketidakadilan ekonomi, pelanggaran HAM, diskriminasi rasial, dan kegagalan pembangunan yang berkeadilan. Buku ini mengingatkan bahwa stabilitas semu yang dibangun di atas ketakutan justru memperpanjang siklus kekerasan dan ketidakpercayaan masyarakat Papua terhadap pemerintah pusat".
------Mahmud----

***
"Kesan yang paling kuat adalah bahwa tulisan buku ini membantu banyak orang melihat sejarah Papua secara lebih utuh, tidak hitam-putih, serta mendorong pembaca dari latar belakang apa pun untuk berpikir dewasa, kritis, dan bermartabat dalam menyikapi persoalan Papua".----- NW-----

***
"Buku Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua telah mengambil jalan netral untuk isu agama tidak boleh diseret dalam perjuangan itu. Insyaallah! Berstu untuk merdeka". 
-----Ahmadt Tabroni----
***
"Ini buku mewakili jeritan hati orang Papua bukan saja atas hilangnya nyawa dan SDA mereka, tetapi juga jeritan untuk melepaskan diri dari belenggu republik. Jeritan itu dirangkai dalam simponi tulisan buku ini".
----Budi Senopati----

***
"Buku Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua ini menembus tembok dan membangkitkan semangat Solidaritas rakyat Indinesia untuk Papua dengan senyap.....".
----Pdt. Marthinus Izak Rahail----

***
 ....tulisan yang tajam dan menghujam jantung negara. Sebab ini buku yang sangat luas dibagi gratis....,
---Darwis Samson---

***
"Buku Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua ini adalah senjata yang tidak pernah kehabisan peluru. Judulnya sebuah Anomali tetapi isinya mengandung kekuatan dengan daya ledak tinggi". ---Jonris Sudibyo---

***
Buku ini bikin silau dan telanjang. Karena dari bab pembukaan sudah silau dan telanjang sampai kesimpulan". 

(Laksamana Muda TNI Soleman B. Ponto, S.T., M.H., mantan KABAIS)

***
"Saya sangat terbantu lewat buku Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua ini. Sebab penulis menulis masalah Papua secara jelas dan terang. Buku ini ibarat cahaya lilin ditengah gelapnya konflik Papua yang sukar diurai". ---Dimas Yustika---

***
Buku Prabowo dan Penyelesaian Konflik Papua mempunyai kekuatan karena fakta-fakta yang tidak terbantahkan".  
--Piter S---

***
"Setiap orang yang membaca buku
Prabowo dan Penyelesaian Konflik Papua ini dengan jujur akan mengakui Negara gagal mengIndonesiakan Papua secara utuh..." ----- Dewi Ningsih----

***
"Buku Prabowo dan Penyelesaian Konflik Papua ini mengungkapkan apa yang tidak diungkapkan dan menjelaskan segala hal yang tersimpan di dalam ketiak kekuasaan. Penulis telah membuka topeng sehingga wujud asli masalah Papua kita pahami". 
 ----Pernita Ayu----

***
Buku Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua terbukti 
yang mati-matian pertahankan Papua adalah kaum oligarki yang menguasai sumber daya alam dan memperkaya diri. Mereklah yang memainkan peran dan slogan menjaga kedaulatan negara, pada hal mereka mengincar kekayaan sumber daya alam Papua." 
 ----Umar Rizky----

***
Ketika buku ini dibaca, pikiran kita " tergangggu" sebab sedikit membahas soal Prabowo tetap lebih banyak memaparkan tindakan brutal oleh aparat baik militer maupun sipil terhadap orang Papua. Ini membuat kita jadi memahami masalah Papua secara utuh, khusus apa yg mereka alami dan upaya negara menutup hal itu dibuka lewat buku ini. ---Salam Yudhawati---

***
Ita Wakhu Purom, 12 Mei 2026

TerPopuler