Di sebuah perkemahan di pegunungan, Plato dan muridnya, Timos, duduk di dekat api unggun yg mulai meredup. Malam itu tenang, hanya suara alam dan nyala api yg menemani mereka.
---
Timos: (dengan nada frustasi) " Guru, aku merasa sangat sulit mengendalikan diriku sendiri. Hasratku untuk mendapatkan lebih banyak selalu menghantuiku. Aku sering terjebak dalam keinginan untuk memiliki kekayaan, kekuasaan, dan pengakuan. Kadang-kadang, emosiku juga tak terkendali dan aku merasa marah ketika semuanya tidak tercapai.
Plato: (mengambil sepotong kayu dan menambahkannya ke api) "Timos, bayangkan seorang penunggang kuda yg harus mengendalikan kuda liar. Kuda itu kuat, penuh semangat, dan sulit diatur. Tetapi, dengan kesabaran dan keterampilan, penunggang bisa mengendalikan kuda itu dan membuatnya patuh."
Timos: (mendengarkan dengan serius) " Apa yang ingin Anda sampaikan, Guru?"
Plato: " Seperti penunggang kuda yg mengendalikan kuda liar, kamu harus belajar mengendalikan dirimu sendiri. Kekuatan sejati terletak pada kemampuan untuk mengendalikan hasrat, keinginan, dan emosi kita. Mengendalikan diri tidak hanya berarti mengendalikan amarah, tetapi juga keinginan yang berlebihan dan ambisi yang tidak terkendali."
Timos: (merenung) "Jadi, Anda mengatakan bahwa aku harus belajar menyeimbangkan keinginanku dan mengendalikan emosiku agar bisa menemukan kedamaian?"
Plato: "Benar. Lihatlah sekeliling kita, Timos. Alam ini indah karena keseimbangannya. Pohon, sungai, dan gunung semuanya memiliki tempat dan perannya masing-masing. Jika satu elemen berlebihan atau tidak terkendali, seluruh ekosistem akan terganggu."
Timos:: (memandang api unggun yang mulai stabil) "Jadi, keseimbangan adalah kunci dari kekuatan sejati?"
Plato: " Tepat sekali. Kekuatan sejati adalah kemampuan untuk menjaga keseimbangan dalam diri kita. Dengan mengendalikan hasrat dan emosi, kita dapat hidup dengan lebih bijaksana dan damai. Seperti api ini, jika kita menambah kayu terlalu banyak atau terlalu sedikit, nyala apinya akan tidak stabil. Tetapi dengan keseimbangan yang tepat, api akan memberikan kita kehangatan dan cahaya."
Timos:(dengan tekad) "Aku mengerti sekarang, Guru. Aku akan berusaha mengendalikan diriku sendiri, menyeimbangkan hasrat dan emosiku, agar bisa hidup lebih damai dan bijaksana."
Plato: " Itulah semangat yang benar, Timos. Ingatlah, kekuatan sejati terletak pada kemampuan untuk mengendalikan diri. Dengan begitu, kamu akan menemukan bahwa kamu lebih kuat dan lebih damai daripada yang pernah kamu bayangkan.
---
Plato mengajarkan bahwa kekuatan sejati adalah kemampuan untuk mengendalikan hasrat, keinginan, dan emosi. Cerita ini memberikan inspirasi dan kebijaksanaan kepada Timos juga kepada kita, untuk menemukan keseimbangan dan kedamaian dalam hidup.👇
Teropong Filsafat
(Plato filsuf Yunani kuno)
@pengikut @sorotan